KAREBAKINI.COM, MAKASSAR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Bosowa (Polibos) Makassar melakukan terobosan penting dalam peningkatan efisiensi energi dan manajemen kandang ayam broiler di Kabupaten Maros melalui penerapan teknologi Hybrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)–PLN serta sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT).
Program ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri dari Irvawansyah (Ketua), Umar Muhammad, dan Sultan Mubarak Z, bekerja sama dengan mitra peternak ayam broiler di Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.
Mitra peternak selama ini mengandalkan listrik PLN dan generator untuk mengoperasikan pompa air serta 18 lampu penerangan yang menyala 24 jam. Kondisi ini menyebabkan tingginya biaya operasional setiap siklus produksi.
Melalui program ini, tim Politeknik Bosowa merancang dan mengimplementasikan sistem Hybrid PLTS–PLN yang mampu menyuplai energi untuk pompa air dan pencahayaan kandang. Panel surya telah terpasang di lokasi mitra, sementara panel kontrol hybrid kini memasuki tahap finalisasi.
“Teknologi ini diharapkan menjadi solusi kemandirian energi bagi peternak, sekaligus mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan di sektor peternakan,” ujar Irvawansyah.
Selain masalah energi, mitra juga menghadapi kualitas air yang keruh dan menguning. Untuk itu, tim membangun sistem filtrasi air yang mampu menyediakan air bersih untuk minum ayam dan kebutuhan cooling pad.
Sistem ini telah terpasang dan diuji di lokasi mitra, memberikan dampak langsung pada kesehatan ayam terutama pada fase brooding dan growing.
Untuk meningkatkan efisiensi manajemen kandang, tim juga mengembangkan sistem monitoring berbasis IoT yang memungkinkan peternak memantau suhu, kelembapan, kecepatan blower, serta pencahayaan secara otomatis.
Selain itu, pemasangan CCTV IoT memungkinkan pemantauan ayam tanpa harus membuka pintu kandang, sehingga siklus istirahat ayam tidak terganggu.
Program ini tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya listrik, tetapi juga memberikan contoh nyata bagi peternak lain di sekitar Maros mengenai pemanfaatan energi terbarukan dan teknologi digital dalam peternakan modern.
“Dengan teknologi ini, peternak dapat menghemat biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas ayam broiler,” tambah Irvawansyah.
Tim akan melakukan finalisasi integrasi sistem Hybrid PLTS–PLN dan IoT, serta melaksanakan pelatihan kepada mitra dan peternak sekitar mengenai penggunaan teknologi energi terbarukan dalam sistem kandang tertutup.
Program ini juga menargetkan penyelesaian luaran wajib seperti artikel ilmiah, publikasi media massa, video kegiatan, dan poster edukasi.

Komentar