Berita Budaya Pemerintahan
Beranda » Berita » DPRD Makassar Dorong optimalisasi Budaya Lewat Kolaborasi dengan Disbud dan Dispar

DPRD Makassar Dorong optimalisasi Budaya Lewat Kolaborasi dengan Disbud dan Dispar

DPRD Makassar Dorong optimalisasi Budaya Lewat Kolaborasi dengan Disbud dan Dispar
DPRD Makassar Dorong optimalisasi Budaya Lewat Kolaborasi dengan Disbud dan Dispar

KAREBAKINI.COM, MAKASSAR – Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Ari Ashari Ilham meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk lebih maksimal dalam mempromosikan kebudayaan daerah, khususnya budaya khas Kota Anging Mammiri.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah.

Ari menekankan bahwa salah satu cara efektif untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui sinergi yang lebih erat antara Dinas Kebudayaan (Disbud) dan Dinas Pariwisata (Dispar).

Ia menilai kedua instansi ini memiliki peran yang saling melengkapi dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam upaya memajukan sektor kebudayaan dan pariwisata Makassar.

“Sebenarnya saya sudah beberapa kali menyampaikan dalam forum DPRD Makassar bahwa Dinas Kebudayaan harus bekerja sama dengan Dinas Pariwisata. Keduanya tidak bisa dipisahkan,” ujarnya, Selasa (4/2/2025).

Tim SAR Temukan Korban ke-10 Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung

Lebih lanjut, Ari menekankan pentingnya kolaborasi tersebut agar program-program kebudayaan yang ada bisa mendapat dukungan lebih kuat dari sektor pariwisata.

“Jadi harus ada kolaborasi antara dua dinas ini, sehingga kebudayaan dapat dipromosikan secara lebih luas oleh Dinas Pariwisata,” tambahnya.

Lebih Hemat, Peternak Ayam Boiler di Maros Kini Pakai Teknologi Hybrid PLTS-PLN

Selain memperkuat kerja sama antarinstansi, Ari juga menyoroti perlunya perencanaan matang dalam strategi promosi kebudayaan.

Menurutnya, setiap program yang dilaksanakan harus berbasis perencanaan yang jelas dan terukur, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dialokasikan untuk sektor ini bisa digunakan secara efektif dan tepat sasaran.

“Promosi budaya ini harus benar-benar dirancang dengan baik. Jangan sampai anggaran yang sudah dialokasikan tidak digunakan secara optimal atau malah tidak memberikan dampak signifikan bagi pengembangan budaya dan pariwisata kita,” tegasnya.

Polibos Dampingi Peternak Ayam Broiler Maros Terapkan Teknologi Hybrid PLTS–PLN dan Sistem IoT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *